
Foto: Ilustrasi By TVRINews.com
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Meskipun tren nasional menurun, harga di Banten dan Kalimantan masih bertahan di atas Rp100 ribu per kilogram.
Tren harga cabai merah keriting di pasar modern Indonesia menunjukkan sinyal penurunan pada pekan kedua Maret 2026.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat rata-rata harga komoditas ini berada di level Rp72.030 per kilogram per Kamis 12 Maret 2026.
Angka tersebut merefleksikan adanya koreksi harga jika dibandingkan dengan rata-rata pekan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp74.890 per kilogram.
Penurunan ini memberikan sedikit ruang lega bagi konsumen di tengah fluktuasi harga pangan musiman.
Disparitas Harga Antarwilayah
Meski secara akumulatif nasional mengalami penurunan, disparitas harga antarprovinsi masih terlihat cukup tajam. Wilayah barat dan tengah Indonesia mencatatkan angka yang jauh melampaui rata-rata nasional.
Provinsi Banten saat ini menempati posisi teratas dengan harga jual tertinggi mencapai Rp118.200 per kilogram. Kendati demikian, angka ini sebenarnya telah mengalami penurunan tipis dibandingkan posisi bulan lalu yang berada di level Rp118.750 per kilogram.
Menyusul Banten, wilayah Kalimantan Timur mencatatkan harga tertinggi kedua di level Rp114.600 per kilogram. Tekanan harga juga masih dirasakan oleh konsumen di wilayah lain, di antaranya:
• Kalimantan Tengah: Rp108.250/kg
• Riau: Rp106.750/kg
• Kalimantan Barat: Rp99.900/kg
Stabilitas di Wilayah Sulawesi
Di sisi lain, laporan PIHPS juga menunjukkan sebanyak 16 provinsi berhasil menekan harga jual hingga di bawah rata-rata nasional.
Wilayah Sulawesi menjadi titik dengan stabilitas harga pangan terbaik untuk komoditas cabai merah keriting.
Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat tercatat sebagai tiga provinsi dengan harga jual terendah di pasar modern saat ini. Kondisi ini mencerminkan distribusi yang lebih merata atau ketersediaan pasokan lokal yang mencukupi di wilayah tersebut.
Analisis harga pangan ini menjadi indikator penting bagi pemangku kebijakan dalam menjaga daya beli masyarakat, mengingat cabai merah keriting merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi yang cukup signifikan di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
