
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews-Jakarta
Menteri Keuangan Proyeksikan Pertumbuhan 5,5 Persen dan Penguatan Pasar Modal
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan stabilitas fundamental ekonomi nasional di tengah fluktuasi pasar global. Dalam agenda Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa 27 Januari 2026.
Purbaya menghimbau para pemodal untuk tetap percaya diri menempatkan investasinya di Indonesia guna menghindari hilangnya momentum pertumbuhan jangka panjang.
Purbaya menyoroti kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai representasi nyata dari arah kebijakan dan kesehatan ekonomi domestik. Meski pasar sempat mengalami koreksi, ia optimistis tren penguatan akan terus berlanjut selaras dengan proyeksi makroekonomi yang positif.
Proyeksi IHSG dan Siklus Pertumbuhan
Menteri Keuangan mengingatkan para pelaku pasar agar tidak terjebak dalam sentimen jangka pendek. Ia merefleksikan kembali pencapaian IHSG yang sebelumnya diragukan banyak pihak namun kini terbukti mampu melampaui level psikologis penting.
“Kalau Anda investor yang aktif di pasar saham, jangan khawatir terhadap penurunan sesaat karena fundamental kita tetap kuat. IHSG adalah cermin arah ekonomi kita,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, ia memaparkan potensi pertumbuhan IHSG dalam siklus sepuluh tahunan yang berpeluang meningkat signifikan dari posisi saat ini. Ia menekankan bahwa keraguan di masa lalu sering kali berubah menjadi penyesalan bagi investor yang tidak mengambil posisi.
“Boleh saja merasa skeptis, namun jangan sampai itu menghalangi langkah investasi. Jangan sampai nanti menyesal,” tambahnya di hadapan para peserta forum.
Melampaui Ambang Batas Lima Persen
Dari sisi makroekonomi, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 mampu menyentuh angka 5,5 persen. Angka ini diharapkan menjadi pijakan untuk membawa Indonesia keluar dari rata-rata pertumbuhan tahunan di level 5 persen.
Akselerasi belanja negara serta momentum hari raya keagamaan pada Maret mendatang diprediksi akan menjadi motor utama penggerak konsumsi rumah tangga.
Purbaya menyatakan ambisinya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju angka 6 persen melalui berbagai instrumen kebijakan.
Stabilitas Inflasi dan Ruang Kebijakan
Optimisme ini juga didukung oleh data inflasi yang tetap berada dalam rentang kendali. Berdasarkan data per Desember 2025, inflasi tercatat sebesar 2,92 persen dengan inflasi inti di level 2,3 persen. Jika variabel harga emas dikesampingkan, tekanan inflasi bahkan berada di kisaran 1,5 persen.
Rendahnya tekanan inflasi ini memberikan ruang bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk menerapkan kebijakan ekspansif guna memacu pertumbuhan tanpa risiko kenaikan suku bunga yang drastis.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan masih terkendali. Saya melihat adanya ruang untuk memacu akselerasi ekonomi lebih cepat lagi,” tutup Purbaya.
Editor: Redaktur TVRINews
