
Foto: dok. Kemenperin
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Teknologi karbonisasi modern ini mampu hasilkan rendemen tinggi dan hemat energi untuk tingkatkan daya saing IKM
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk meningkatkan efisiensi produksi di tengah dinamika ekonomi global.
Salah satu langkah nyatanya adalah penerapan teknologi tungku Beehive untuk meningkatkan kualitas arang tempurung kelapa di Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Implementasi teknologi ini dilakukan oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado guna membantu pelaku IKM beralih dari metode konvensional ke proses produksi yang lebih modern dan stabil.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, transformasi teknologi merupakan kunci keberlanjutan industri nasional. Menurutnya, IKM harus mampu mengoptimalkan sumber daya lokal dengan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Di tengah dinamika yang membutuhkan kecepatan produksi, industri dalam negeri perlu meningkatkan efisiensi. Penggunaan teknologi seperti tungku Beehive ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga lebih hemat energi dan ramah lingkungan,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu, 15 April 2026.
Hasilkan Produk Standar Global
Teknologi tungku Beehive merupakan metode karbonisasi modern yang mampu menghasilkan pembakaran lebih stabil. Dengan kapasitas bahan baku mencapai 4 ton tempurung kelapa per batch, teknologi ini mampu menghasilkan rendemen hingga 28–30 persen dengan kadar air rendah sekitar 5 persen.
Capaian ini jauh lebih unggul dibandingkan metode tradisional yang seringkali menghasilkan kualitas tidak seragam dan boros energi. Dengan kualitas yang lebih baik, produk arang tempurung kelapa dari Minahasa diharapkan memiliki daya saing kuat di pasar ekspor.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, menambahkan bahwa transformasi layanan teknis kini fokus pada membangun ekosistem industri yang berorientasi ekspor.
“Strategi ini bertujuan agar IKM lebih terstandar dan efisien dalam penggunaan energi,” jelas Emmy.
Dorong Hilirisasi Komoditas Kelapa
Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia. Kepala BSPJI Manado, Soni Pitriajaya, berharap tungku Beehive dapat menjadi standar baru bagi IKM arang tempurung di wilayah tersebut untuk mempercepat hilirisasi.
“Dengan proses yang lebih efisien, pelaku industri tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu menghemat penggunaan energi agar kompetitif di pasar global,” tutur Soni.
Melalui program alih teknologi ini, Kemenperin optimistis IKM nasional akan lebih adaptif terhadap tantangan global seperti fluktuasi harga energi.
Selain meningkatkan nilai tambah komoditas, langkah ini diharapkan mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal melalui optimalisasi sumber daya domestik.
Editor: Redaktur TVRINews
